Tips Membuat Flowchart Profesional

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat flowchart yang profesional. Dan yang terpenting adalah diagram Anda mudah dipahami oleh orang yang membacanya. Let’s flow to the pro!!

Isi Diagram

  1. Gunakan simbol yang seharusnya. Tiap simbol mempunyai arti dan keguanaan masing-masing. Lihat kembali arti dan penggunaan simbol flowchart yang ada dan gunakan dengan sesuai.
  2. Semua proses yang paling akhir harus berakhir di terminator penutup.Jika dalam flowchart terjadi percabangan maka pastikan tidak ada proses akhir yang ‘menggantung’. Prosesnya tidak dilanjutkan ke proses lain dan tidak pula ke terminator penutup.

  3. Deskripsi singkat. Kelemahan dalam flowchart yaitu kita tidak leluasa membuat deskripsi simbol yang panjang. Namun, kadang sulit sekali membuat deskripsi yang singkat dan jelas.
    Anda dapat saja memperbesar ukuran simbol tapi harus diseimbangkan dengan ukuran simbol yang lain. Dapat juga memperkecil ukuran tulisan tapi tentu saja dalam ukuran yang bisa dibaca dengan nyaman, ukuran 9 – 10 point mungkin masih bisa digunakan.
    Alternatif lain, Anda bisa menambahkan catatan kaki, simbol annotation, atau bahkan deskripsi lengkap di luar diagram untuk memperjelas langkah dalam proses secara lebih detail.
  4. Menyertakan keterangan simbol. Sebaiknya selalu menyertakan keterangan simbol-simbol yang digunakan. Ini karena bisa saja Anda harus menyodorkan gambar kepada orang yang belum mengerti simbol flowchart.
  5. Leveling. Tentukan pada level mana flowchart akan dibuat. Apakah pada level umum, menengah atau detail. Ketika suatu proses bisa dibuat lebih detail lagi, buat saja flowchart terpisah untuk detailnya itu dan gunakan satu predifined process untuk menggambarkannya secara umum.

Layout dan Style

  1. Gunakan ukuran yang seragam. Usahakan menggunakan ukuran simbol yang seragam baik tinggi ataupun lebarnya. Hindari adanya salah beberapa simbol yang sangat menyolok ukurannya dibanding yang lain. Akan tetapi, untuk simbol connector dan off-page reference biasanya memang dibuat lebih kecil dari yang lain.
  2. Gunakan jarak yang seragam antar simbol. Usahakan agar jarak antar simbol seragam sehingga keseluruhan diagram akan terlihat rapi. Pengecualian untuk decision karena harus ada sedikit ruang untuk label dari percabangannya.
    Untuk poin 1 dan 2 ini biasanya ditangani oleh tools yang digunakan. Fitur ini sudah ada di yEd – Graph Editor.
  3. Arah alur yang konsisten. Dua arah aliran yang diterima dengan baik yaitu dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan seperti cara membaca teks. Jika akan mencetak portait lebih baik menggambar dari atas ke bawah dan jika mencetak lanscape lebih baik dari kiri ke kanan.
  4. Arah percabangan pada decision yang konsisten. Arah percabangan sebaiknya dijaga agar konsisten agar dapat membaca dan menelusuri diagaram dengan nyaman. Umumnya untuk keputusan ‘Ya’ dari decision terus mengarah ke bawah dan keputusan ‘Tidak’ mengarah ke sebelah kanan jika alur utama dibuat dari atas ke bawah. Namun sebaliknya, jika alur utama dibuat dari kiri ke kanan. Intinya, untuk keputusan ‘Ya’ dibuat mengikuti alur utamanya.
  5. Jangan terlalu banyak warna. Terlalu banyak warna kadang membuat diagram sulit dibaca dan malah mengganggu. Gunakan saja satu warna atau jika memang membutuhkan penekanan pada poin tertentu dalam diagram maka dapat menggunakan warna yang berbeda.
  6. Gunakan connector ketimbang garis yang terlalu panjang. Anda dapat menggunakan connector sehingga tidak perlu menghubungkan simbol dengan garis panjang yang membuat diagram menjadi ruwet.
  7. Pecah diagram ketimbang memasukkan keseluruhan ke dalam satu halaman. Ketika diagram cukup besar dan kompleks sebaiknya dipecah-pecah dalam beberapa halaman. Jangan memaksakan mencetak dalam satu halaman dengan memperkecil gambar karena nantinya tidak terbaca dengan jelas juga.

Reference :
– https://insidemain.wordpress.com/2012/03/11/arti-simbol-dalam-flow-chart/
Common Flowchart Mistakes
15 Mistakes with Flowcharts (Part 1)
15 Mistakes with Flowcharts (Part 2)

* * *

2 tanggapan untuk “Tips Membuat Flowchart Profesional”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s