Chart

Membunyikan Data : Dukungan Visualisasi

Visualisasi untuk Mendukung Penyampaian Informasi
Data kini menjadi salah satu sumber daya yang penting, terlebih di era informasi dan komunikasi saat ini. Data digunakan untuk mendapatkan informasi tertentu. Dengan informasi ini kita menjadi mengetahui. Dan dengan pengetahuan tersebut kita dapat mengambil keputusan.

Data atau informasi bagaimanapun tidak bisa bercerita apa-apa dengan sendirinya karena ia hanya kumpulan angka-angka saja. Tugas kitalah untuk menceritakan isi data tersebut dan mengomunikasikannya agar kita dan orang lain mengerti cerita apa di balik angka-angka tersebut, membunyikan data, sebagai panduan untuk mengambil keputusan yang baik.

Kita dapat menyampaikan arti data itu dengan menampilkan data melalui presentasi visual yang dapat dengan mudah dimengerti oleh pembacanya.  Oleh sebab itu menampilkan data yang efektif menjadi bagian yang terintegrasi dalam kegiatan statistik. Visualisasi data merupakan bagian penting yang berada dalam fase diseminasi dalam proses bisnis kegiatan statistik.

Tabel dan grafik merupakan visualisasi dasar dan umum digunakan untuk mengomunikasikan arti data secara deskriptif. Membuat tabel dan grafik pun sangat mudah dengan dukungan aplikasi komputer. Saat data sudah di tangan, dengan beberapa klik saja grafik langsung tersedia. Meskipun demikian, tidak selalu mudah mendesainnya agar dapat memberikan informasi dengan baik. Tampilan data perlu didesain dengan baik agar dapat menyampaikan pesan secara efektif.

Dalam masalah desain inilah beberapa pakar telah memfokuskan pembahasan tentang bagaimana penyampaian informasi secara visual disesuaikan dengan pola penyerapan informasi dan proses kognitif manusia, terutama melalui indera pengelihatan/visual, sehingga informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan mudah. Salah satu poin pentingnya bahwa indera pengelihatan merupakan indera yang paling banyak digunakan untuk menyerap informasi, hampir 70%. Sistem kerja mata juga berkolaborasi erat dengan kerja otak dalam proses kognitif manusia pada kecepatan yang luar biasa. Sehingga, jika kita ingin agar informasi secara visual dapat disampaikan dengan efektif maka penting untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan persepsi visual, persepsi yang kita tangkap dari objek-objek yang kita lihat.

Beberapa pakar yang membahas visualisasi, yang baru saya tahu, antara lain Edward Tufte dan Colin Ware. Dari sisi praktisnya sendiri banyak disampaikan oleh Stephen Few. Tulisan ini dan beberapa lanjutannya yang saya beri judul ‘membunyikan data‘ sendiri merupakan saduran dari beberapa tulisannya di Perceptual Edge.

Di sini saya tidak menuliskan tentang teori-teorinya. Namun, beberapa ilustrasi berikut mungkin dapat memberikan gambaran apa yang dibahas dalam persepsi visual.

Secara spontan mata kita akan terarah ke titik yang berwarna orange.

Kita cenderung melihat 2 kelompok titik ketimbang 9 titik yg berbeda.

Kita melihat keempat kotak tersebut memiliki warna abu-abu yang berbeda kepekatannya. Padahal semuanya sama hanya terpengaruh gradien warna di belakangnya.

Menentukan Pesan yang Ingin Disampaikan
Menentukan pesan apa yang ingin disampaikan atau tujuan apa yang diinginkan adalah hal yang terpenting dan hal yang pertama kali harusnya dilakukan saat menyampaikan informasi. Tidak cukup kita hanya menerima data dan mengubahnya menjadi grafik begitu saja tanpa ada tujuan yang jelas, maksud yang ingin disampaikan atau ditekankan.

Oleh karena itu, sebelum mengomunikasikan data, kita juga perlu mengetahui apa arti data tersebut dan bagian penting mana dari data tersebut yang menjadi kebutuhan pengguna. Setelah semua ini ditetapkan dengan jelas barulah kita dapat menentukan bagaimana data ditampilkan yaitu memilih media untuk menampilkan data dan menonjolkan bagian yang penting.

Mendesain, Bukan Mempercantik Tampilan Semata
Mendesain disini maksudnya bukan untuk sekedar mempercantik tampilan, dekoratif, ‘silau’, atau menimbulkan kesan ‘wow’. Bukan juga sekedar enak dilihat, cute, canggih, dan lain-lain. Tujuan utama kita adalah agar apa yang ditampilkan itu dapat dikomunikasikan dan dipahami dengan mudah, pengguna mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Visualisasi data yang tidak baik justru akan dapat menyesatkan pembaca. Seharusnya ia dapat menuntut pembaca untuk dapat memahami informasi dengan cepat tapi malah dapat membingungkan. Ini berarti gagal dalam menyampaikan arti data. Sehingga dibutuhkan keseimbangan antara desain dan fungsi.

Tampilan yang sederhana akan lebih baik. Pengguna data akan fokus pada bagian yang penting, data itu sendiri, dan tidak teralihkan perhatiannya pada hal-hal yang tidak penting yang dimasukkan dalam grafik.

Pada contoh di bawah ini, grafik di sebelah kiri adalah tampilan grafik dari cpubenchmark.net untuk menampilkan hasil benchmark CPU yang kita pilih. Sedangkan grafik di sebelah kanan adalah perbaikan yang coba saya kerjakan. Kita dapat menggunakan satu warna saja karena ketika menggunakan warna yang berbeda di setiap bar pada grafik maka kita cenderung berpikir apa arti perbedaan warna itu.

Selanjutnya, contoh berikut (kiri) merupakan satu grafik yang saya ambil dari Laporan Kesehatan Kab. Ende Tahun 2009. Gradien warna pada diagram batang tidak memberi arti apa-apa. Dan mengenai nama Puskesmas di sumbu-X diagram, saya sendiri harus memiring-miringkan kepala saat mencoba membacanya.

Oke, cukup untuk tulisan ini. Pembahasan tentang topik ini masih akan saya kirim lagi dalam beberapa tulisan ke depan. Ikuti terus lanjutannya!

* * *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s