Membunyikan Data : Petunjuk Mendesain Tabel (Bagian I)

Penggunaan tabel efektif untuk menampilkan data untuk keperluan melihat angka-angka secara spesifik. Tabel memudahkan menelusi data baik secara baris atau kolom ketimbang menelusuri angka-angka yang disebutkan dalam teks paragraf.

Tabel juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan ketika kita ingin membicarakan angka-angka seperti pada laporan analisis, laporan penelitian, atau rilis berita. Dalam kegiatan statistik, pembuatan tabel juga merupakan bagian yang terintegrasi dalam tahap diseminasi. Oleh karena itu, mendesain tabel yang baik akan sangat memudahkan penyampaian informasi kepada pendengar atau pembaca.

Tulisan ini akan membahas beberapa poin berikut :
–  Bagian-bagian tabel
–  Tabel Referensi dan Tabel Ikhtisar
–  Pola dan proses umum saat membaca tabel
–  Best practise mendesain tabel

Bagian-Bagian Tabel
Bagian bagian tabel

Judul tabel harus memberikan deskripsi yang jelas dan akurat dari data yang ditampilkan. Beberapa poin yang perlu diperhatikan :

  • Judul harus dapat menjawab tiga pertanyaan tentang data yang ditampilkan: “apa”, “dimana”, dan “kapan”.
  • Judul juga hendaknya singkat dan padat.
  • Judul tabel umumnya diletakkan di atas tabel dengan dan dapat diberi nomor tabel untuk mempermudah mereferensi ke tabel dari teks paragraf.
  • Judul ditulis dengan gaya penulisan seperti judul karangan (tipa kata dimulai huruf kapital kecuali kata hubung dan kata depan) dan tanpa diakhiri dengan titik.

Judul kolom di bagian paling atas tabel harus dapat mengidentifikasi data yang ditampilkan di setiap kolom.  juga dapat memberikan metadata yang relevan seperti satuan ukuran, waktu, dan lainnya. Kolom juga dapat diberikan nomor kolom untuk memudahkan saat harus merujuk ke kolom tertentu dari teks paragraf atau saat presentasi.

Judul baris berada kolom pertama pada tabel mengidentifikasi data yang ditampilkan di setiap baris.

Catatan kaki di bagian bawah tabel dapat digunakan untuk memeberi keterangan tambahan yang dibutuhkan untuk memahami tabel dengan benar.

Sumber data di bagian bawah tabel memberikan keterangan sumber data, misalnya organisasi yang menghasilkan data dan metode pengumpulan data yang digunakan.

Tabel Referensi dan Tabel Ikhtisar
Tabel referensi merupakan tabel yang menampilkan data-data secara rinci dan bersifat umum. Tabel ini berukuran cukup panjang karena menampilkan data rinci tersebut. Misalnya seperti tabel hasil sensus atau survei yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Tabel ikhtisar atau ringkasan merupakan tabel yang menampilkan data-data yang merupakan ringkasan dari satu atau lebih tabel referensi atau tabel ikhtiar lainnya. Tabel ini berukuran kecil, ringkas, dan sederhana. Ia digunakan untuk fokus pada analisa permasalahan tertentu.

Pola dan Proses Umum saat Membaca Tabel
Berikut ini merupakan beberapa proses yang mungkin kita lakukan saat membaca tabel. Proses-proses ini akan menjadi pertimbangan dalam mendesain tabel.

  • Membaca judul tabel dan membaca atau melihat secara sepintas kepala kolom dan baris.
  • Menelusuri keseluruhan tabel untuk mendapatkan gambaran struktur, organisasi, dan kompleksnya tabel.
  • Pencarian secara visual, yaitu menelusuri sepanjang baris atau kolom untuk menemukan nilai dalam sel yang menarik perhatian si pengguna.
  • Mendapatkan satu fakta dalam tabel dan memahami artinya sesuai pengetahuan pembaca.
  • Mencari hubungan antar data seperti : pengelompokan, perbandingan, tren, atau pola-pola yan mungkin ada dalam data.
  • Pengguna kemudian berusaha memahami atau mengetahui arti data lebih dalam dan menghasilkan kesimpulan.
  • Pengguna mungkin akan mengambil keputusan atau kebijakan berdasarkan pemahamannya terhadap informasi yang diberikan.
  • Pada waktu mendatang mungkin juga pengguna dapat mengingat atau menggunakan kembali informasi dari tabel tersebut.

Sebagai contoh, pada slide di bawah ini kita akan membaca tabel data kemiskinan Indonesia yang ditampilkan per provinsi. Dalam kasus ini misalnya kita dalam posisi menganalisa kemiskinan di salah satu provinsi, anggaplah provinsi Nusa Tenggara Barat. Disini kita dapat melihat salah satu alur yang mungkin kita lakukan saat membaca tabel untuk analisa tersebut.


Ok, sampai di sini untuk bagian I tulisan ini. Di bagian II nanti akan dibahas best practise dalam mendesain tabel.

* * *

Satu tanggapan untuk “Membunyikan Data : Petunjuk Mendesain Tabel (Bagian I)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s