Membunyikan Data : Petunjuk Mendesain Tabel (Bagian II)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya, Membunyikan Data : Petunjuk Mendesain Tabel (Bagian I). Di sini akan dibahas mengenai best practice mendesain tabel.

Best practise mendesain tabel
Pada bagian ini kita akan membahas beberapa petunjuk dalam mendesain tabel beserta contohnya. Dalam beberapa poin, contoh yang digunakan sesuai dengan tujuan pada contoh sebelumnya, tabel data kemiskinan. Secara umum kita dapat bagi ini menjadi dua bagian: merepresentasikan data dan dekorasi yang fungsional.

Merepresentasikan data

  1. Mengikuti perkiraan pengguna
    Semakin familiar pengguna dengan suatu format tabel, semakin mudah ia memahaminya. Jika ada format tabel (urutan dan isi kolom/baris) yang sudah menjadi konvensi untuk suatu analisa maka gunakan itu.
    .
    Termasuk di sini juga menggunakan format dan layout yang konsisten dalam satu publikasi atau laporan yang sama. Dengan demikian, pengguna terbiasa dengan format dan layout tersebut. Jika menggunakan aplikasi Office kita dapat menggunakan table style untuk mengatur layout agar dapat digunakan berkali-kali dalam dokumen.
    .
    Sebagai contoh, dalam publikasi yang dikeluarkan BPS, data-data yang ditampilkan menurut provinsi biasanya urutan provinsi dimulai dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan seterusnya sampai Papua Barat. Urutan ini dipakai hampir di semua publikasi karena tabel-tabel yang dikeluarkan berupa tabel referensi.
    .
  2. Batasi jumlah data yang ditampilkan
    Batasi jumlah data yang ditampilkan dengan menampilkan hanya data yang relevan dengan tujuan analisa. Pada contoh analisa kemiskinan sebelumnya, kita mungkin tidak menampilkan seluruh provinsi. Kita dapat menampilkan hanya provinsi dengan persentase kemiskinan tertinggi, terendah, dan beberapa provinsi dengan persentase kemiskinan mirip dengan provinsi yang kita amati, provinsi NTB.
    .
  3. Selalu sertakan satuan ukuran yang digunakan dalam judul kolom atau mungkin juga di judul tabel jika ukuran yang digunakan tidak beragam.
    .
  4. Melakukan pengurutan sesuai tujuan analisa
    Jika pengurutan data menurut kolom tertentu berguna saat analisa data maka urutkan data berdasarkan kolom tersebut. Ini akan mempercepat informasi diserap pengguna. Kecuali dalam tabel referensi yang biasa bersifat umum, contohnya tabel PDB yang biasa dikeluarkan BPS biasanya diurutkan menurut urutan sektor yang sudah baku.
    .
    Pada contoh analisa kemiskinan di atas, kita dapat mengurutkan data menurut persentase penduduk miskin (total) mulai dari yang terkecil atau sebaliknya. Sehingga, kita dapat dengan cepat dan mudah mengetahui posisi tingkat kemiskinan provinsi NTB di antara semua provinsi di Indonesia. Kita juga dapat mencoba mengubah posisi kolom untuk memudahkan perbandingan desa-kota.
    Desain Tabel Analisa Kemiskinan I.
  5. Lakukan pembulatan angka
    Lakukan pembulatan sesuai dengan rincian yang dibutuhkan pengguna. Kita mungkin saja membulatkan sampai tidak ada angka di belakang koma namun beberapa tipe pengguna seperti pakar dalam bidang sains mungkin membutuhkan angka yang lebih rinci. Satu atau dua angka di belakang koma pada umumnya cukup untuk menggambarkan variasi data.
    .
  6. Ubah satuan nilai agar lebih mudah dicerna, misalnya dalam ribuan atau dalam juta.
    .
  7. Jangan lupa memberi pemisah ribuan agar mudah dibaca, dalam standar bahasa Indonesia kita menggunakan pemisah titik misalnya: 150.000,00.
    .
  8. Lakukan penghitungan untuk pengguna
    Jika memungkinkan jangan memberatkan pengguna untuk melakukan penghitungan atau transformasi terhadap data. Jika memang dibutuhkan, kita dapat melakukannya untuk pengguna dan menampilkannya dalam tambahan kolom atau baris.
    .
  9. Kelompokkan data yang memiliki kesamaan
    Jika data dapat diatur ke dalam beberapa grup atau kategori tanpa mengubah arti tabel. Ini dapat memudahkan dalam menelusuri dan membandingkan data.
    Contoh Grouping : Ekspor Nonmigas

Next >

Satu tanggapan untuk “Membunyikan Data : Petunjuk Mendesain Tabel (Bagian II)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s